Get Adobe Flash player
Peta Kecamatan

SUKSESKAN PENANAMAN 1 MILYAR POHON TAHUN 2012 (ONE BILLION INDONESIAN TREES FOR THE WORLD)

Melalui Keputusan Presiden Nomor 24 Tahun 2008, Pemerintah telah menetapkan tanggal 28 Nopember diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional (BMN).

Peringatan ini merupakan salah satu upaya menumbuhkan budaya menanam di masyarakat. Tercatat program penanaman yang telah dilaksanakan Kementerian Kehutanan antara lain Aksi Penanaman Serentak Indonesia, Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara Pohon, Pencanangan Hari Menanam Pohon Indonesia dan Bulan Menanam Nasional, serta Satu Orang Satu Pohon (One Man One Tree )

Program Penanaman 1 Miliar Pohon tahun 2012 ini merupakan kelanjutan dari program serupa tahun 2011.  Penanaman 1 Miliar Pohon tahun 2012 ini merupakan gerakan nyata penanaman pohon secara serentak yang bertujuan untuk menambah tutupan lahan dan mencegah terjadinya banjir dan tanah longsor, konservasi keanekaragaman hayati, penyerapan karbon untuk mencegah dampak perubahan iklim, serta mendukung pembangunan ketahanan pangan, energi, dan ketersediaan air untuk kesejahteraan masyarakat. Semakin banyak pohon yang ditanam, maka masyarakat akan semakin terlindung dan sejahtera. Banyak pohon banyak rejeki.

Secara individu, secara keluarga, kelompok, RT, RW, Desa, Kelurahan, Kecamatan, Wilayah, hingga Pemerintah Daerah harus diupayakan berpartisipasi melakukan penanaman pohon. Kita harus mulai dari diri sendiri, kita mulai dari lingkungan kita sendiri, kita mulai dari sekarang. Mari bersama kita dukung Penanaman 1 Milliar Pohon Tahun 2012, ONE BILLION INDONESIAN TREES FOR THE WORLD!

Gerakan penanaman dan pemeliharaan pohon, harus terus digelorakan dan dilakukan secara kontinyu pada setiap tahun masa tanam. Dalam waktu 5 sampai 10 tahun mendatang, bangsa Indonesia akan menikmati indahnya bumi Indonesia hijau berseri dengan masyarakatnya yang sejahtera, jauh dari bencana.

Dampak signifkan dirasakan bersama dengan tidak mudahnya memprediksi gejolak alam. Ditengah anomali iklim (cuaca), gerakan penghijauan sekolah sudah menjadi harga mati. Gerakan sejuta pohon sudah harus mengakar kepada anak didik.

Penghijauan sebagai hasil kesepakatan mempertahankan keseimbangan ekologis sebagai satu bentuk merawat dan memelihara ekosistem yang makin terancam. Perlu program gerakan bersama dalam lingkungan sekolah dalam penanaman dan pengelolaan lingkungan secara terpadu. Oleh karena itu sebuah sosialisasi, keteladanan dari discissionmaker (penentu kebijakan) sekolah dalam mengajak keluarga besar sekolah untuk saling bahu membahu memberikan kesadaran pentingnya sekolah hijau.

Gerakan satu siswa satu pohon baik dalam pot maupun ditanam di lingkungan, sesuai kondisi sekolah. Aksi penanaman, pemeliharaan dan perawatan menjadi tanggung jawab siswa. Disinilah gerakan mencintai kehidupan alam sebagai bentuk penyadaran bahwa merusak alam (penebangan pohon) dapat berkibat fatal. Seperti udara yang panas karena kurangnya peneduh, bahaya tanah longsor dan banjir.

Bila perlu budaya sekolah hijau selalu disisipkan dalam materi pembelajaran baik eksak maupun sosial. Karena sekolah hijau akan berdampak positif pada segala lini mulai dari hidup sehat, budaya cinta lingkungan, masalah ekonomi dan sosial. Tinggal bagaimana sekarang warga sekolah mengimplementasikan secara riil gerakan ”hijau”, yang tidak hanya sekedar wacana tanpa aksi.!

“Adiwiyata adalah salah satu program Kementerian Lingkungan Hidup dalam rangka mendorong terciptanya pengetahuan dan kesadaran warga sekolah dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Diharapkan setiap warga sekolah ikut terlibat dalam kegiatan sekolah menuju lingkungan yang sehat dan menghindari dampak lingkungan yang negatif.” Demikan salah satu cuplikan Camat Wajak dalam Pencanangan Penanaman Sejuta Pohon di Lapangan Olah Raga SMP Negeri Wajak.

Upacara Pencanangan Penenaman Sejuta Pohon di Kecamatan Wajak yang dipusatkan di Lapangan Olah Raga SMP Negeri Wajak yang diikuti Muspika,Kepala Desa,Kepala UPTD, PKK, Siswa siswi SMP Beserta Guru-gurunya, pelaksanaan dipusatkan di SMP Negeri Wajak dengan maksud agar para siswa siswi di sekolah dapat merealisasikan apa yang menjadi motto “Satu siswa Satu Pohon”

Semoga pelaksanaan ini tidak sebatas seremoni saja tapi harapan dari pemerintah agar betul betul dilaksanakan,dirawat,dan disukseskan karena menanam pohon adalah demi membangun masa depan.

Dua Bahasa